Dalam rangka memberikan perubahan yang positif kepada perbaikan pengelolaan sanitasi di Kabupaten Buton Utara, Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Utara (Butur) menggelar Pelatihan studi “EHRA” (Enviromental Health Risk Assessment) strategi sanitasi. Studi Enviromental Health Risk Assessment (EHRA) atau studi penilaian risiko kesehatan tersebut di buka dengan resmi oleh Wakil Bupati Butur Ahali, SH., MH., bertempat di aula Bappeda Butur. Sabtu, 16 Juli 2022. Dalam sambutannya, Ahali mengatakan bahwa lingkungan merupakan salah satu isu penting dari beberapa studi primer yang harus dilakukan di kaji oleh kelompok kerja (Pokja) sanitasi Kabupaten dalam menyusun strategi sanitasi Kabupaten (SSK), dengan menggunakan pendekatan program percepatan pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Menurutnya, hasil studi EHRA akan memberikan data ilmiah dan faktual tentang ketersediaan layanan sanitasi di tingkat rumah tangga dalam skala Kabupaten. Komponen sanitasi yang menjadi objek studi meliputi limbah cair domestik, persampahan dan drainase lingkungan, serta perilaku higiene dan sanitasi. Selanjutnya kata Ahali, hasil analisis mengenai indeks resiko air limbah dan persampahan domestik di Kabupaten Buton Utara pada 6 Kecamatan area studi EHRA tahun 2017, menunjukkan bahwa di sektor ini perlu mendapatkan perhatian yang serius. Tahun ini Pemda Buton Utara melalui dinas Pekerjaan Umum bekerjasama dengan dinas Kesehatan kembali melakukan studi EHRA, untuk mendapatkan gambaran tentang ketersediaan layanan sanitasi lingkungan rumah tangga dalam skala Kabupaten, sekaligus melakukan monitoring intervensi pelaksanaan pembangunan sanitasi yang telah dilakukan 2017-2021. Lanjut Ahali. Diakhir sambutannya Ahali berharap kepada petugas Enumertaor dan Supervisor dapat melakukan pengambilan data dengan baik dan komprehensif, sehingga hasil yang diperoleh dapat melengkapi informasi terkait pengelolaan sanitasi di Kabupaten Buton Utara, serta data tersebut dapat digunakan dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan sanitasi di Butur. Untuk diketahui, dalam pelatihan studi Enviromental Health Risk Assessment (EHRA) kali ini, Pemda Butur melibatkan pemateri dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tentang Pelaksanaan Studi EHRA oleh Ibu Reslin Tobigo, S.KM., M.KM., dan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleoh Kendari Jumakil, S.KM., M.PH dengan judul materi Pemehaman Quisioner EHRA dan Teknik Wawancara, serta dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sultra yakni Alfian Ishak, ST., M.Si. dan Muhamad Sadarudin, ST., M.P.W.K terkait Pentingnya Studi EHRA Dalam Penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK). (Hamsil)